Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Pakai Mitsubishi Xpander, Rifat Sungkar Juara Reli Asia Pasific

Mitsubishi Xpander AP4 Rally Danau Toba
Sumber :

100kpj – Rifat Sungkar berhasil menjuarai Rally Danau Toba Asia Pacific Rally Championship (APRC), Minggu 25 September 2022. Pereli tersebut didampingi navigator, Benjamin Searcy menggunakan Mitsubishi Xpander AP4.

“Selamat dan apresiasi tertinggi untuk Rifat Sungkar, dan Xpander Rally Team yang telah berhasil menjuarai APRC, dan kejuaraan nasional Rally 2022 dengan Xpander AP4,” ujar Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Naoya Nakamura dikutip dari keterangannya, Senin 26 September 2022.

Mitsubishi Xpander AP4

Suami Sissy Prescillia itu berhasil menuntaskan 4 special stage (SS) di putaran kedua. Sejak hari pertama, Xpander AP4 bersaing ketat di kelas RC2 APRC, dan mengalami beberapa kendala teknis, antara lain dua kali pecah ban, akibat kerasnya lintasan.

Meski begitu, mobil MPV yang disulap jadi tunggangan pereli Rifat Sungkar itu berhasil mencatat waktu tercepat, yaitu 2 jam 2 menit, dan 24,4 detik setelah menyelesaikan 12 SS sejak hari pertama.

Rifat mengaku sangat puas, dan bangga dengan hasilnya, terutama menjadi juara di Rally Danau Toba, bukan semata karena usahanya, dan Ben sebagai navigator. Namun pencapaian itu adalah hasil kerja keras seluruh tim.

“Saya juga bangga dapat merasakan langsung kehebatan Xpander AP4 di lintasan reli yang paling berat, yang pernah dihadapi mobil ini. Ini merupakan pencapaian luar biasa, karena mampu menjuarai ajang reli tingkat Asia Pasific,” tutur brand ambassador MMKS tersebut.

Dia sempat menjelaskan terkait spesifikasi mobil andalannya tersebut. Diketahui, Xpander AP4 dikerjasakan bersama Rally Art di Selandia Baru. Mulai dari kontruksi kaki-kaki, hingga komponen lain yang disesuaikan aturan FIA.

Meski bodi mobil tersebut disematkan aero kit, namun strukturnya masih sama dengan standarnya atau versi Xpander pertama yang dirilis pada 2017. Mulai dari pilar A, B dan C tidak ada perubahan, hanya dibuat lebih ringan. 

“Komponen bodi bagusnya sudah cukup ringan dari bawaan pabrik. Titik kontruksi range force-nya pun sudah tepat, jadi enggak perlu tambah besi lagi,” kata Rifat.

Dia mengatakan, jantung pacunya berubah menggunakan mesin berkode 4B11 milik Outlander atau Lancer Evo. Karena blok mesin tersebut sangat mumpuni untuk kompetisi, dan tentunya ada perubahan.    

“Jadi mesin 2.000cc 4B11 diturunkan volumenya atau destroke (1.600 cc), dan itu sudah ada kit-nya dan FIA sudah tahu. Gear boks sama kaki-kaki satu set, pakai Xtrac,” sambungnya.

Mesin tersebut dapat memuntahkan tenaga hingga 350 daya kuda dan torsinya mencapai 555 Newton meter. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual sequential keempat rodanya.

Berita Terkait
hitlog-analytic