Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Bangga! Ranpur Serbu P6 Generasi Baru Dipamerkan di Kantor Prabowo

Ranpur P6 ATAV SE buatan Banten.
Sumber :
Ist

100kpj – Kementerian Pertahanan hari ini menggelar pameran alutsista buatan dalam negeri, Kamis, 23 Januari 2020. Dari sekian banyak alutsista yang dipamerkan, ada satu kendaraan militer yang cukup menyita perhatian, yakni Kendaraan Tempur (Ranpur) SSE P6 ATAV buatan PT Sentra Surya Ekajaya (SSE) asal Banten.

Kendaraan militer ini nampak begitu sangar dan menyeramkan. Speknya juga cukup sukses mengundang decak kagum, lantaran telah dibekali perangkat teknologi kekinian. Tak heran bila Presiden Joko Widodo saat mengunjungi pameran mengungkapkan apresiasi besarnya.

Menurut Budhi Murniawan, Program Manager P6 ATAV, PT SSE, ranpur ini didesain sebagai kendaraan taktikal. Di mana P6 ATAV memiliki power to ratio tinggi yang membuatnya leluasa bergerak di segala medan.

"Makanya namanya ATAV, yaitu All Terain Assault Vehicle. Ini adalah generasi terbaru dan baru keluar tahun ini," kata Budi dikutip Apa Kabar Indonesia Siang, tvOne.



Bicara kelebihan, ranpur P6 ATAV mengusung bodi armor --komposit modular-- yang sudah termasuk dengan windhield armor level 1. Untuk proteksi, P6 ATAV juga dibekali Gunshot Detection System.

"Jadi bisa mendeteksi tembakan. Jadi ketika ada sebuah tembakan yang melesat, itu dia akan mendeteksi dua, master blast atau suara dan yang kedua adalah
subsonik dan supersonik."

"Jadi kalau ada sniper yang menggunakan senjata tanpa bebunyian pun, dia bisa mendeteksi. Kelebihan lainnya adalah, dia bisa mendeteksi kaliber berapa yang lewatin dia. Nantinya mobil akan menyimpan data di histori, jam berapa dia nembak, dari arah mana. Nah dari sini informasi akan dikirimkan ke Remote Control Valve Station (RCVS), untuk diberitahukan kepada yang lain."


P6 ATAV sejauh ini sudah menjadi bagian kendaraan taktis serbu milik Satuan Detasemen Bravo (Satbravo 90) Paskhas TNI AU. Sebagai kendaraan serbu, P6-ATAV dilengkapi dudukan untuk senjata, mulai dari upper gun mounting dan side gun mounting. Sementara itu, empat ban P6 sanggup menahan terjangan proyektil.

P6 ATAV menggunakan transmisi otomatis dengan dilengkapi kapasitas tangki bahan bakar sebesar 120 liter. Saat kondisi bahan bakar penuh, P6 ATAV sanggup melaju sejauh 500 kilometer. Kecepatan maksimumnya mencapai 120 kilometer per jam di kondisi jalan mulus. Dengan bobot hanya sekira dua ton, kendaraan ini bisa dibawa menggunakan Hercules atau digantung ke helikopter berat.

"Kami berharap, kendaraan militer ini, yang dibuat di dalam negeri bisa digunakan di dalam negeri juga. Jadi enggak usah impor," tutupnya.

Baca Juga: Ganasnya Tank Pembunuh Tawaran Menhan Prabowo ke Filipina

Berita Terkait
hitlog-analytic