Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Astra: Kami Sudah Ringankan Kredit Kendaraan Sebelum Diminta Jokowi

Dealer Toyota
Sumber :

100kpj – Pandemi corona atau Covid-19 tentu berdampak pada seluruh lapisan masyarakat. Tak sedikit perusahaan di berbagai bidang menghentikan operasinya sementara. Itulah mengapa, tak sedikit karyawan dirumahkan, hingga upah bulanannya terpaksa dipotong.

Imbasnya, mereka yang kadung membeli kendaraan secara kredit bakal kebingungan membayar angsuran. Maka, pemerintah melalui Presiden Joko Widodo memerintahkan penyedia jasa keuangan untuk melakukan relaksasi kredit sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Baca juga: Ternyata Pandemi Corona Ada Manfaatnya untuk Pemilik Mobil di RI

Secara industri, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total relaksasi pembiayaan yang telah disalurkan kepada para nasabah leasing mencapai Rp52,9 triliun, yang mencakup 1,793 juta akun nasabah, di mana tercatat ada 183 perusahaan pembiayaan di Indonesia yang sudah memberikan program relaksasi kredit.

Dealer Toyota

Terkait hal itu, Presiden Direktur PT Toyota Astra Finance atau TAF, Agus Prayitno menyebut, pihaknya telah melakukan hal tersebut jauh sebelum diterbitkannya instruksi Presiden.

“Kami sudah melakukan relaksasi kredit sebelum aturan itu diumumkan. Kami sudah bantu rekasasi 44 ribu kustomer di mana 75 persen mengajukannya lewat web (online), lalu 25 persen sisanya secara langsung,” ujar Agus melalui video conference, Rabu 20 Mei 2020.

“Jadi dari seluruhnya, 31 ribu pengajuan sudah disetujui, itu berarti 17 persen kustomer yang aktif. Nilainya mencapai Rp4,5 triliun atau 18 persen dari total pinjaman,” tambahnya.

Baca juga: Orang Jepang Bingung Lihat Kijang Innova di Indonesia, Kok Bisa?

Sedang menurut Communication and Strategic Management Astra Credit Companies atau ACC, Arifianto Soendoro, konsumen di Indonesia rata-rata membeli kendaraan secara kredit. Khusus untuk roda empat, angkanya mencapai 80 persen. Itulah mengapa, saat pandemi seperti sekarang, penyedia jasa keuangan merasa sangat terpukul.

“Kita tahu banyak yang membeli kendaraan dengan cara kredit. 70 persen untuk pembeli motor, dan 80 persen untuk pembeli mobil. Jadi kita berharap, semoga pandemi yang merugikan banyak pihak ini bisa selesai dalam waktu dekat,” kata dia.

Berita Terkait
hitlog-analytic