Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Ford dan General Motors Kena Amukan Donald Trump di Twitter

Ford Logo
Sumber :

100kpj – Amerika Serikat menjadi negara paling banyak mengalami kasus virus corona atau covid-19. Maka itu, Presiden AS, Donald Trump, meminta semuanya bergerak cepat untuk bisa mengatasi permasalahan yang juga melanda banyak negara ini.

Bahkan, Trump sampai murka kepada Ford dan General Motors karena dinilai lamban. Kedua merek mobil besar di Amerika tersebut ditugaskan untuk segera memulai produksi ventilator.

Baca Juga:
Kicauannya Dicueki Jokowi, Jurnalis Otomotif Meninggal karena Corona

Enaknya Ojek Online di Malaysia, Dapat Santunan Rp1,8 Juta per Orang

"General Motors HARUS secepatnya membuka pabrik Lordstwon mereka yang terbengkalai di Ohio, atau pabrik yang lain, dan MULAI BIKIN VENTILATOR, SEKARANG!!!!!!, FORD, CEPAT DAPATKAN VENTILATORS, CEPAT!!!!," kata Donald Trump di akun Twitter miliknya, yang dikutip 100KPJ, Minggu 29 Maret 2020.

Seperti diketahui, Ford dan GM memang telah menyatakan kesiapannya untuk membuatkan ventilator. Dalam keterangan resmi, Ford akan bekerja sama dengan GE Health Care dan GM melakukan kemitraan dengan Ventec.

GM bakal mengerahkan 1000 pekerjanya untuk membuatkan ventilator di fasilitas pabrik Kokomo. Rencananya, ventilator tersebut bakal didistribusikan pada April mendatang.

Kemarahan Trump sendiri sepertinya sangat serius akan leletnya pekerjaan dari GM. Bahkan, Trump kembali menyinggung CEO General Motors, Mary Barra. Barra sebelumnya memutuskan menutup 4 pabrik di Negeri Paman Sam. Saat ini GM punya 33 pabrik di AS, menjadi 29 setelah empat pabrik ditutup. Sementara di China ada 27 pabrik.

Baca Juga:

Bos Tesla Kagum Alat Ini Bisa Deteksi Virus Corona Cuma 5 Menit

Kebijakan Jokowi soal Relaksasi Kredit Bikin Ricuh di Kantor Leasing

"Seperti biasa General Motors "ini", hal lain juga tidak pernah terlihat berhasil. Mereka mengatakan akan memberi kami 40.000 Ventilator yang sangat dibutuhkan, "dengan sangat cepat". Sekarang mereka mengatakan hanya 6000, pada akhir April, dan mereka ingin dolar tertinggi," tambah Trump.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 100.000 lebih kasus corona di Amerika dengan total meninggal hingga 2 ribu lebih. Itu menjadikan negeri Paman Sam tersebut jadi negara dengan kasus terbanyak, sedangkan posisi kedua ada Italia dengan 92.472 kasus.

Berita Terkait
hitlog-analytic