Jokowi Tak Mau Tahu Ekspor Otomotif Harus 1 Juta Unit pada 2024
Jumat, 13 Desember 2019 | 01:12 WIB
100kpj – Presiden Joko Widodo memberi target kepada pelaku industri otomotif nasional untuk bisa mengekspor kendaraan hingga 1 juta unit pada 2024. Saat ini, kata Jokowi, setiap tahunnya ekspor seluruh produk otomotif mencapai 300 ribu unit.
"Saya minta sampaikan kepada seluruh keluarga besar otomotif, 2024 minimal 1 juta unit harus keluar dari Indonesia. Caranya gimana, enggak mau tahu," ujar Presiden Jokowi, dalam sambutannya di pabrik Isuzu Karawang Plant, Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, seperti dilansir VIVAnews.
Isuzu Straga yang diproduksi oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia, hingga 2020 mengekspor 6 ribu unit ke Filipina. Jokowi mengatakan, target hingga 1 juta unit per tahun pada 2024 bisa tercapai.
"Yang jelas saya lihat Pak Priyono (Prijono Sugiarto, presiden direktur PT Astra International Tbk) sudah salaman sama menko (Airlangga Hartarto) dan menperin, berarti sangat serius. Kalau sekarang US$8 miliar berarti tiga kali lipat harus keluar dari ekspor otomotif kita," ujarnya.
Jokowi mengatakan, target seperti ini harus diberikan. Ia tetap optimistis bahwa capaian yang diberikan itu bisa terealisasi. Meski dalam banyak hal, pesimistis sering kali muncul kalau sudah diberi target seperti itu.
"Sekarang kita sering pesimis. Kita sering tak percaya diri, karena apa? Karena kerja enggak pernah pakai target yang terukur dan realistis. Saya yakin, insya Allah bisa terwujud," kata Jokowi.
Filipina adalah negara tujuan pertama dari ekspor Isuzu Traga dengan total 6.000 unit hingga akhir 2020 dengan kontribusi pada devisa negara diperkirakan mencapai US$66 juta per tahun.
Pada tiga tahun ke depan, Isuzu Indonesia berencana memperluas negara tujuan ekspor Isuzu Traga hingga lebih dari 20 negara. Tidak hanya di Asia Tenggara, namun juga Timur Tengah, Amerika Latin, serta beberapa negara di Afrika.
Ekspor Isuzu Traga sudah mendapatkan Fasilitas Pembebasan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Yaitu salah satu fasilitas menteri keuangan yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Dengan menggunakan fasilitas ini, impor bahan baku yang diolah, dirakit, dipasang pada barang dan hasil produksinya akan diekspor tidak dipungut bea masuk dan PPN impor.
Kegiatan ekspor membutuhkan penambahan supplier hingga total supplier yang terlibat mencapai 119 perusahaan. Secara keseluruhan, ekspor akan memberikan tambahan penghasilan bagi para supplier hingga US$9 juta per tahun, serta penambahan omzet untuk perusahaan logistik dapat mencapai US$300 ribu per tahun.
Berita Terkait

Mobil
18 April 2024
Kuartal Pertama 2024 Cuma Segini Mobil Listrik Buatan RI yang Dijual ke Luar Negeri

Mobil
22 Maret 2024
Mobil Listrik Chery Omoda E5 Buatan RI Mulai Ekspor Pertengahan 2024

Mobil
15 Maret 2024
Terlibat Skandal Keselamatan, Hari Ini Nasib Daihatsu Gran Max Buatan RI Ditentukan

Mobil
12 Maret 2024
Sebanyak Ini Peminat Mobil Listrik Buatan Bekasi Hingga Siap Ekspor

Mobil
5 Maret 2024
Jokowi Tumpangi Mobil Listrik Mewah di Australia, Harga Rp2 Miliaran

Mobil
5 Maret 2024
Pabrik BYD di China Untuk Pasar RI Bisa Lahirkan Mobil Listrik Per Menit

Mobil
29 Februari 2024
Mewahnya Isi Garasi Senator Bali Arya Wedakarna yang Dipecat Jokowi

Mobil
15 Februari 2024
Jokowi Tuntut Semua Kendaraan Listrik Bisa Diproduksi Secara Lokal

Mobil
15 Februari 2024
Jokowi Ungkap Belum Ada Insentif Tambahan untuk Mobil Listrik, Singgung Juga Nikel

Mobil
15 Februari 2024
Dengan Ucap Bismillah, Presiden Jokowi Resmi Buka Pameran Otomotif IIMS 2024
Terpopuler

Mobil
10 Mei 2025
Komitmen Kenyamanan Pelanggan, PT Hyundai Motors Indonesia Perbaharui Software mobil

Mobil
10 Mei 2025
Mobil Toyota di Tambahkan Fitur Penting Untuk Keselamatan Pengendara dan Penumpang

Mobil
10 Mei 2025
Fitur Terbaru Smart Hybrid Vehicle by Suzuki, Tools Pintar yang Buat Berkendara Semakin Nyaman

Mobil
9 Mei 2025
Jangan Sampai Dibiarkan! Tips Mudah Cara Menghilangkan Baret Mobil

Mobil
9 Mei 2025