Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Pemerintah Dikritik: Mengapa saat Corona Hanya Ojol yang Diperhatikan?

Ojek Online
Sumber :

100kpj – Mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia membuat banyak pekerja informal harian kehilangan penghasilan. Itulah mengapa, pemerintah membuat sederet program yang bertujuan membantu ekonomi mereka dengan menyerahkan bantuan tunai ataupun sembako serta kebutuhan rumah tangga lain.

Salah satu pihak yang belakangan mendapat sorotan, ialah pekerja transportasi online atau ride-hailing. Setelah pemerintah menerbitkan aturan mengenai work from home atau kerja di rumah, pendapatan mereka lantas menurun drastis. 

Baca juga: Ojol Dapet Cashback Pertamina dari Ahok

Itulah mengapa, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk membantu perekonomian mereka dengan membuat kebijakan terkait penangguhan kendaraan, serta yang terbaru, potongan harga saat mengisi bahan bakar minyak atau BBM di SPBU Pertamina.

Ojek Online

Namun sayangnya, perhatian pemerintah terhadap pasukan hijau itu mendapat sorotan tajam dari pengamat politik nasional, Hendri Satrio. Dia mengatakan, pemerintah seakan-akan hanya peduli terhadap nasib ojol. Padahal di luar sana, ada yang sama atau bahkan lebih menderita lagi.

“Mohon maaf dengan segala hormat, wahai para pemimpin bangsa, profesi di negara ini bukan cuma ojol. Jadi, tolong perhatikan juga profesi lainnya,” ujarnya melalui akun Twitter pribadi, dikutip Rabu 15 April 2020.

 

 

Senada dengan Hendri, mantan Sekretaris Kabinet RI, Dipo Alam juga berpendapat demikian. Ia juga menyoroti keputusan Pertamina yang hanya memberikan potongan harga pada driver ojol. Padahal, kata dia, ada profesi lain yang juga membutuhkan bahan bakar bensin untuk bisa bekerja.

“Kalau memang ingin menolong rakyat, kenapa yang dapat cashback hanya pengemudi ojol? Kenapa pengemudi ojek pangkalan juga tak diberikan hak yang sama? Kenapa sopir angkot, atau sopir bis tidak dikasih hal serupa?” terang Dipo.

 

 

Dalam setengah bulan terakhir, pemerintah memang sering menyinggung ojol sebagai profesi yang perlu mendapat bantuan di tengah wabah corona. Namun, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu beranggapan hal itu lumrah dan memang sudah selayaknya dilakukan. Meski dalam prosesnya, dirinya juga mempertanyakan peran aplikator terkait.

“Semua pihak berusaha membantu sopir ojol, tapi apakah perusahaan yang mempekerjakan mereka sudah menurunkan upah para sopir ke perusahaan?” tanya dia.

Berita Terkait
hitlog-analytic