Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Anies Baswedan: Risiko Penularan Covid-19 di Angkutan Umum Kecil

Anies Baswedan
Sumber :

100kpj – Mulai diberlakukannya aturan ganjil genap di Jakarta membuat angkutan umum kembali ramai. Meski kenyataan tersebut memunculkan satu ketakutan, yakni kerumunan masyarakat, namun Gubernur Anies Baswedan meyakini, risiko penularan Covid-19 di angkutan umum masih cenderung kecil.

Anies menyampaikan hal itu setelah membaca sejumlah penelitian di Asia dan Amerika.

"Kami menemukan situasi di mana risiko penularan di kendaraan umum mungkin kecil. Kalau kita lihat penelitian di Asia dan di Amerika, risiko penularan di transportasi publik itu kecil," ujar Anies kepada awak media, dikutip Senin 24 Agustus 2020.

Suasana penumpang busway

Kendati begitu, kata dia, penularan virus di angkutan umum bisa ditekan seandainya masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Misalnya seperti menjaga jarak, sering mencuci tangan, dan yang paling terpenting, selalu mengenakan masker.

Baca juga: Anies Baswedan Atur Ganjil Genap Motor, Jawaban Polisi Mengejutkan

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak berinteraksi dengan penumpang lain selama berada di angkutan umum. Itulah mengapa, mereka disarankan fokus terhadap dirinya sendiri, bisa dengan membaca buku atau bermain gadget. Sehingga, tidak ada penularan droplet melalui mulut yang bercakap-cakap satu sama lain.

"Jadi perjalanan dari rumah ke kantor naik kendaraan umum pakai masker. Merasa saling tidak kenal, tidak mengobrol. Maka potensi penularan jadi rendah," tegas Anies.

Penumpang Transjakarta selama Gage

Risiko penularan di perkantoran lebih tinggi

Berbanding terbalik dengan angkutan umum, risiko penularan virus di wilayah perkantoran masih sangat tinggi. Menurut Anies, hal itu terjadi lantaran para pegawai ogah mengenakan masker selama berada di ruang kantor.

"Kalau kita lihat, di kantor justru orang lepas masker. Baru sampai kantor langsung lepas masker. Ngobrol karena ketemu dengan orang yang dikenal," terangnya.

Anies melihat, masyarakat cenderung mengabaikan protokol kesehatan karena merasa sudah kenal dan dekat dengan teman kerjanya. Mereka kemudian merasa, orang-orang yang dikenal itu aman dari virus corona, sehingga tidak akan ada penularan virus satu sama lain.

"Kita ini punya kecenderungan kalau merasa kenal lalu aman, padahal mana kita tahu kalau yang bersangkutan memang aman atau sudah terpapar tanpa gejala," kata dia.

Berita Terkait
hitlog-analytic