100KPJ

Ciri Helm Benar-benar SNI, Kalau Dipakai Tak Bikin Pusing

Share :

100kpj – Seperti yang telah diketahui banyak orang, helm memiliki fungsi sebagai pelindung kepala dari kemungkinan terjadinya benturan. Bentuk serta dimensinya dirancang menyesuaikan keperluan penggunannya.

Apabila salah pilih, pasti akan mengurangai tingkat kenyamanan serta keamanan selama pemakaian.

Selain hal tersebut, pemilik sepeda motor yang ingin membeli helm juga harus mempertimbangan standarisasi keamanan. Artinya, pengaman kepala yang kelak akan dipakai, harus memiliki logo SNI, sebagai jaminan bahwa benda itu mampu memberi perlidungan dengan baik.

Meski penyebaran helm berlogo SNI sudah dimulai sejak lama, namun rupanya masih ada yang tidak memahami makna di baliknya. Saat ini, banyak kalangan mengira, bahwa logo tersebut mengacu pada standarisasi brand atau merek, dan bukan pada produk.

Executive Director RSV Helmet, Richard Ryan, mencoba meluruskan hal tersebut. Ia mengungkapkan, sebelum mendapatkan label SNI, perusahaan helm harus menyerahkan seluruh produknya untuk diuji satu per satu.

“Selama ini kita tahu bahwa bukti SNI atau tidaknya helm itu melalui emboss (stiker) yang melekat di permukaan helm. Tetapi, emboss itu berlaku atau ditujukan untuk produk, bukan perusahaan pembuat helm. Banyak yang belum tahu mengenai hal ini,” kata Richard kepada pewarta di bilangan Medan Satria, Bekasi Barat.

“Ambil contoh. Misalnya perusahaan saya memiliki 10 tipe produk, maka yang dites adalah kesepuluh helmnya, bukan brand-nya. Artinya, jika perusahaan memiliki satu tipe berlogo SNI, belum tentu yang lainnya juga SNI. Karena pengecekannya meliputi bagian remold helm, yang setiap tipe pasti berbeda-beda,” sambungnya.

Selain itu, ia juga menambahkan, helm yang telah melalui proses pengujian panjang, akan terasa pada saat digunakan. “Tidak terasa pusing untuk penggunaan lama, karena memiliki tingkat kekuatan dan kelenturan yang seimbang,” tutup dia.

(Laporan: Septian Farhan Nurhuda)

Share :
Berita Terkait