Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Ukur Diri Dulu, Segini Gaji yang Pantas untuk Kredit Mobil

Beli mobil baru
Sumber :

100kpj – Bagi konsumen yang ingin membeli kendaraan namun belum punya cukup uang, transaksi melalui skema kredit kerap dijadikan pilihan. Meski begitu, ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi. Salah satunya berkenaan dengan upah bulanan.

Pakar dan Inspirator Investasi, Ryan Filbert mengatakan, konsumen yang ingin mengangsur kendaraan—terutama mobil, gaji bulanannya harus tiga kali lebih besar dari nominal cicilan yang mesti dibayarkan. Jika di bawah itu, sebaiknya jangan nekat. Sebab, hal tersebut bisa mengganggu stabilitas finansial konsumen.

“Cuman masalahnya, nyicilnya berapa lama dan berapa besar? Itu kan tergantung besaran produk atau barang yang mau kalian beli,” ujar Filbert dikutip dari saluran Youtube pribadinya, Kamis 30 Juli 2020.

Ilustrasi beli mobil

Maka dengan demikian, ambil contoh, jika suatu mobil bisa diangsur Rp3 juta per bulan, upah minimal kalian harus di kisaran Rp9 jutaan. Itu artinya, konsumen bergaji UMR hampir mustahil melakukannya.

“Kendaraan (mobil) adalah kebutuhan, tapi seberapa layakkah kalian memilikinya? Semua orang mengatakan butuh, namun pertanyaannya: mampu atau tidak?” terangnya.

Dealer Toyota

Filbert menambahkan, ada banyak konsumen mobil yang terjebak transaksi kredit. Mereka, kata Filbert, tanpa sadar sebenarnya telah dikelabui angka. Nominal kecil yang ditawarkan sejatinya hanya manipulasi yang menjebak para pembeli. Seakan-akan mereka mampu menebusnya, padahal mungkin tidak.

“Kalau secara cash tak mampu, sebenarnya orang itu sudah tak layak membeli mobil. Namun, ketika mereka tak mampu membeli suatu barang secara kontan, tapi ada pilihan parsial (menyicil), di situlah kehidupan modern menjerat. Kita dibuat seakan-akan mampu, padahal tidak,” kata dia.

“Itu jebakan. Tapi saya tidak mengatakan berhutang itu salah. Yang salah adalah yang menggunakan hutang dengan pemikiran yang keliru. Saya tak pernah menyalahkan metode, yang saya salahkan adalah diri kita sendiri,” tambahnya.

Berita Terkait
hitlog-analytic