Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Mudahnya Perawatan Mobil Listrik si Tanggap Bencana, Outlander PHEV

Mitsubishi Outlander PHEV
Sumber :

100kpjOutlander PHEV menjadi salah satu mobil Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pertama dijual PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) di Tanah Air. Ternyata, mengurus kendaraan tersebut, tak serumit yang dibayangkan.

Mitsubishi Outlander PHEV sendiri merupakan mobil dengan performa yang dihasilkan kombinasi mesin konvensional bensin ditambah motor listrik yang menggunakan baterai. Sport Utility Vehicle tersebut dibanderol Rp1,29 miliar on the road.

Outlander PHEV dibekali mesin bensin empat silinder DOHC berkapasitas 2.360cc, dengan tenaga 126,1 daya kuda dan torsi 199 Newton meter. Namun tugas dari mesin pembakaran tersebut hanya sebagai genset untuk mengisi daya baterai.

Soal perawatannya, ternyata tak serumit yang dibayangkan. Head of After Sales Service Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Boediarto Baterai Outlander PHEV bergaransi 100.000 Km atau 3 tahun.

"Mitsubishi Outlander PHEV menggunakan baterai dengan tipe Li-ion, oleh karena itu untuk merawat baterai secara maksimal sebisa mungkin hindari memarkir kendaraan di lokasi dengan temperature tinggi dan terkena sinar matahari langsung," kata Boediarto.

Untuk penggunaan sehari-hari, diharapkan pemilik Outlander PHEV menjaga kapasitas baterainya. Persentase baterai dijaga pada kondisi 40-60 persen, jika mobil tidak digunakan dalam waktu lama.

"Pengguna dapat memaksimalkan metode pengisian daya normal atau fasilitas home charging dengan arus listrik rendah dan minimalisir penggunaan metode quick charging dengan arus tinggi kecuali diperlukan," tambahnyya.

Tetapi, jika hanya dapat menggunakan metode quick charging direkomendasikan tetap menggunakan metode pengisian daya normal setidaknya sekali dalam dua minggu. Saat ini ada 16 titik diler resmi di wilayah Jabodetabek dan Bali yang menyediakan fasilitas pengisian daya cepat.

Si Tanggap Bencana

Kehadiran Mitsubishi Outlander PHEV ternyata sangat diandalkan saat menghadapi bencana alam. Di Jepang, mobil ini ikut terjun dan membantu proses evakuasi becana badai topan Hagibis pada Oktober 2019.

"Saat badai menerjang dan menyebabkan aliran listrik di Chiba padam beberapa waktu lalu, sebanyak 12 Outlander PHEV dikerahkan," kata Manager of EV Solution Dept. Mitsubishi Motors, Tadahiro Togami di Tokyo.

Mitsubishi Outlander PHEV

Tak cuma di Jepang, Outalnder PHEV juga menjadi mobil andalan bagi Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai mobil tanggap bencana. Seketika mobil bisa menjadi genset dan discharging untuk menyalurkan tenaga listrik cadangan hingga 1.500 Watt.

Momen tersebut terjadi pada November 2020 lalu saat PMI berada di area terdampak erupsi Gunung Merapi di Boyolali, Jawa Tengah. Sumber listrik untuk lampu dan beberapa peralatan listrik di posko hadir dari mobil canggih tersebut.

Presdir MMKSI, Naoya Nakamura mengatakan dengan berbagai fitur dan teknologi canggih yang disematkan pada Outlander PHEV dapat menunjang kegiatan PMI, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas mitigasi bencana.

"Mitsubishi Outlander PHEV ini menjadi kendaraan tanggap darurat bencana pertama yang menggunakan tenaga listrik sebagai penggeraknya. Hal ini menjadi langkah besar kami dalam membangun sinergi positif dengan PMI dan berkontribusi lebih bagi Indonesia khususnya di bidang kemanusiaan," ungkap Naoya Nakamura.

Berita Terkait
hitlog-analytic