Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Finis ke-15 di MotoGP AS, Rossi: Sirkuitnya Susah, Cuacanya Panas

Valentino Rossi. Foto: Paddock-GP.
Sumber :

100kpj – Pembalap Petronas Yamaha asal Italia, Valentino Rossi kembali gagal menunjukkan performa terbaiknya di MotoGP Amerika Serikat (AS), akhir pekan kemarin. Bahkan, pada kesempatan tersebut, dia hanya mampu menyudahi perlombaan di urutan ke-15.

Disitat dari Speedweek, Rossi mengatakan, selain fisik yang sudah mulai menurun, cuaca yang terlalu panas juga membuatnya tak mampu menunjukkan performa terbaik di lintasan.

"Dari sudut pandang fisik, itu adalah salah satu balapan tersulit dalam karier saya karena trek ini sangat menuntut dan sangat panas. Dengan banyak titik pengereman yang keras, banyak perubahan arah dan banyak gundukan, itu benar-benar sangat sulit," ujar Rossi, dikutip Selasa 5 Oktober 2021.

Valentino Rossi

Baca juga: Pensiun, Rossi Bakal Dihantui Penyesalan Seumur Hidup

Rossi mengklaim, saat perlombaan, dia telah berusaha menunjukkan yang terbaik. Namun, sekali lagi, cuaca yang tak bersahabat, ditambah kondisi fisik yang mulai menurun, membuat segalnya menjadi lebih sulit.

"Pada akhirnya, balapan saya lumayan, mengingat kecepatan saya. Saya memilih ban belakang medium dan saya tidak terlalu cepat, tapi saya konsisten sampai akhir, saya bisa menyalip beberapa pembalap dan mengambil satu poin.”

“Tidak apa-apa, masalahnya adalah saya tidak cukup cepat atau cukup kompetitif. Saya berharap untuk menjadi lebih kuat. Pada akhirnya, balapan cukup bagus untuk kecepatan saya," tuturnya panjang lebar.

Valentino Rossi. Foto: Motorsport.

Rossi memastikan, dirinya memilih ban medium lantaran merasa tak cocok dengan ban soft. Dia sempat mencoba ban soft di Minggu pagi saat pemanasan, namun hasilnya lebih lambat.

"Jadi kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan (menggunakan ban medium), meskipun hanya saya dan Binder yang menggunakan ban medium. Tapi itu adalah keputusan yang tepat bagi kami karena saya tetap konstan sampai akhir. Sayangnya, saya tidak terlalu cepat sepanjang akhir pekan, tetapi dengan cara itu saya bisa mendapatkan satu poin pada akhirnya," terangnya.

Bagaimana pun juga, Rossi akhirnya sadar, di usia 42 tahun, sulit baginya menghadapi pembalap lain yang masih berkepala dua.

“Saya bisa mencoba untuk 100 persen fit. Ketika menjadi 'sangat muda', sayangnya sulit bagi saya, tetapi kami berusaha berlatih lebih keras," kata Rossi.

Berita Terkait
hitlog-analytic