Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Suzuki Masih Produksi Suku Cadang Motor Berusia Puluhan Tahun

Logo motor Suzuki
Sumber :

100kpj – Suzuki salah satu brand raksasa asal Jepang yang cukup lama mengaspal di Tanah Air. Menawarkan sepeda motor, hingga mobil penumpang dan komersial yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dalam negeri.

Sudah banyak produk yang mereka jual di RI dengan status buatan lokal, hingga impor dari beberapa negara. Desain, teknologi atau spesifikasi kendaraan yang ditawarkan mengikuti permintaan pasar, dan ciri khas brand.

Yang menarik meskipun beberapa produknya di masa lalu sudah tidak diproduksi lagi karena terbentur regulasi, namun Suzuki masih membuat suku cadangnya hingga saat ini. Untuk motor ada Suzuki RC100, dan mobil ST100. 

Kedua produk tersebut sudah sangat berumur jika berkaca dari tahun produksinya atau pertama kali di jual di dalam negeri. Namun karena pengguna kedua produk itu masih ada, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai produsen masih menyediakan.

Domestik Spareparts Sales Section Head PT SIS Dessy Karmilasari mengatakan, berdasarkan regulasi sebenarnya 10 tahun setelah produk discontinue atau setop produksi untuk dijual. Namun kenyataan tidak seperti itu.

“Sebenarnya kami itu masih mengelola item spare part Suzuki RC 100 yang diproduksi pada 1988 karena demandnya masih ada, dan masih kami jual sampai saat ini,” ujarnya di ICE BSD, Tangerang, Jumat 19 November 2021.

Mengutip beberapa sumber, Suzuki RC series pertama kali dilahirkan pada 1982 melalui RC80 sebagai motor bebek dua tak pesaing Yamaha V80. Setelah sukses dipasaran brand berlogo S itu merilis RC100 dan RC100 Sprinter.

Kedua motor bebek peminum oli samping itu memiliki bentuk yang cukup unik, sebab pada bagian segitiga depan seperti motor naked dengan setang jepit. Saat ini motor dengan model tersebut dikenal underbone atau ayam jago.

Suzuki RC100 yaang dilahirkn pada 1986 itu mengadopsi mesin dua langkah berkapasitas 100cc, serupa dengan dapur pacu RC80. Namun meski sudah berumur motor yang menghasilkan asap dari knalpotnya itu masih digemari.

Bukan hanya itu, jenama asal negeri sakura itu masih memproduksi beberapa komponen mobil pikap lawasnya, yakni ST100. “Kalau di mobil ST 100 seperti oli filter masih kami produksi. Jadi selama masih bisa dijual yah kami buat,” katanya.

 

Berita Terkait
hitlog-analytic