Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Diam-diam 4 Merek Mobil dari China dan Eropa Siap Bangun Pabrik di RI

Pabrik mobil DFSK di Serang siap produksi mobil listrik
Sumber :

100kpj – Indonesia menjadi negara dengan pasar otomotif yang menjanjikan, bahkan negara kepulauan ini juga memiliki sumber daya alam yang melimpah untuk ketersediaan bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik.

Tidak heran jika sejumlah brand berlomba-lomba menancapkan kuku bisnisnya di Tanah Air. Selain ingin berjualan di pasar domestik, sebagian dari merek tersebut menjadikan Indonesia sebagai pusat manufakturnya.

Volkswagen Tiguan All Space

Diam-diam ada merek pendatang baru lagi yang ingin bangun pabrik. Seperti disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier.

“Kami hanya bisa sampaikan ada 4 brand mobil yang mau mendirikan pabrik di Indonesia. Saya tidak bisa sebutkan karena informasinya masih kredinsial,” ujar Bawazier kepada wartawan, dikutip Rabu 9 Agustus 2023.

Meski tidak dijelaskan secara detil nama merek mobil tersebut, namun dia menyebut berasal dari negara China, dan Eropa. Salah satu brand pendatang baru itu akan produksi mobilnya di RI pada semester kedua 2024.

Berkaca dari keterangannya tersebut, Neta Auto Indonesia menjadi salah satu kandidatnya. Jenama asal China tersebut akan mulai merakit mobil listriknya di dalam negeri pada kuartal kedua, atau tahun depan.

Neta yang merupakan merek kelahiran Hozon Auto tersebut bukan membangun pabrik di dalam negeri, melainkan numpang pabrik PT Handal Indonesia Motor yang berlokasi di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.

Pabrik perakitan tersebut saat ini membuat mobil Hyundai H-1 untuk kebutuhan ekspor, dan mobil Chery untuk pasar Indonesia seperti Tiggo 7 Pro, atau Omoda 5.

Berbeda dengan BYD, merek lokal asal Tiongkok tersebut akan menggelontorkan investasi untuk bangun pabrik di Indonesia. Sebelumnya sejumlah pejabat negara sudah bertemu langsung oleh BYD di Guangdong, China.

Salah satunya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Dia mengatakan, Indonesia membuka peluang kolaborasi dengan banyak negara untuk industri otomotif, terutama ekosistem kendaraan listrik, salah satunya menggandeng BYD dan produsen lainnya.

Sebelumnya pada Mei 2023, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menandatangani nota kesepahaman dengan BYD di China, sebagai langkah awal untuk investasi pengembangan kendaraan listrik.

BYD saat ini memiliki pangsa pasar kendaraan listrik global terbesar, yang terus berkembang di Asia dan Eropa. BYD mencatat rekor pada 2022 dengan total penjualan global sebanyak 1,85 juta unit, atau meningkat 593 ribuan unit. 

Selain itu, bisa saja Great Wall Motor (GWM) sebagai pendatang baru akan melakukan hal serupa untuk membuat pabrik produksi merek mobil yang berada di bawah payung seperti Ora, Haval, dan Tank.

GWM masuk Indonesia melalui usaha patungan Inschape, dan Indomobil Group sebagai produsen resminya, berbeda dengan Maxus yang masuk RI melalui PT Indomobil Wahana Trada.

Sementara satu-satunya merek Eropa yang diduga akan bangun pabrik di dalam negeri adalah Volkswagen. Bahkan Presiden Jokowi sudah bertemu dengan VW, dan PowerCo SE sebagai pengelola baterai kendaraan listrik saat kunjungan kerja di negeri panser.

Berita Terkait
hitlog-analytic