100KPJ

Motor Harian Pak Dokter Bikin Gempar Bali, Jadi Juara Kontes Modif

Share :

100kpj – Kompetisi motor custom Suryanation Motorland 2019 seri keempat berlanjut ke Pulau Dewata. Ajang yang digelar pada Sabtu 28 September 2019 ini sukses menyedot perhatian publik Bali dan sekitarnya, utamanya para pencinta roda dua.

Di gelaran yang mengambil tempat di Pantai Matahari Terbit, Bali itu, setidaknya diikuti 151 peserta yang melibatkan builder dan bengkel kenamaan di sana.

Dari sekian banyak motor yang tampil, akhirnya Suzuki Thunder 250 yang mengusung gaya board tracker keluar sebagai juara. Berkat keapikan yang ditawarkan, motor milik pak dokter itu sukses menyandang gelar best of the best.

"Motor ini basisnya Thunder 250, kami sengaja usung gaya board tracker. Awalnya sempat deg-degan, karena jujur motor ini sebenarnya untuk harian, bukan disiapkan untuk kontes. Dan ini baru pertama kali saya ikut kontes modifikasi," ungkap Enggal, builder Enggal Modificated --yang menggarap motor pak dokter, asal Banyuwangi, kepada wartawan.

Enggal menceritakan, motor berkelir black gold ini digarap selama enam bulan. Penggarapan sendiri berawal dari kedatangan pak dokter bernama Irfan ke bengkelnya di Banyuwangi. Pak dokter meminta ingin dibuatkan motor yang menarik tanpa merinci jenis.

Tanpa pikir panjang, Enggal kemudian memberi sentuhan custom di sana-sini, hingga jadi board tracker idaman seperti sekarang ini.

"Idenya mengalir saja, karena sebenarnya saya enggak bisa gambar. Jadi duduk di bengkel, ubah sana-sini dan yang punya pasrah saja motornya diapain. Yang punya terima dan enggak banyak komentar, ngikut sama saya saja."

Untuk mewujudkan motor yang ada di isi kepala Enggal, dia lantas mencari berbagai inspirasi melalui literasi dari sejumlah bengkel kenamaan di dalam maupun luar negeri. Si pemilik pun turut menyokong dengan memberikan sejumlah majalah dengan wujud beraneka ragam.

Akhirnya motor dibangun perlahan. "Prosesnya kurang lebih enam bulan untuk satu motor ini. Paling susah dan paling sepele, kabel gas, kabel kopling, karena dia masuk frame, habis itu masuk ke bagasi boxnya buat kelistrikan, semua masuk di situ."

Namun ada satu hal yang cukup menarik perhatian dari motor ini. Racun board tracker yang diinstall ke dalam Thunder 250 itu justru menggunakan setang agak berbeda dari kebiasaan model serupa.

Hal itu lantaran permintaan sang owner yang menginginkan motornya lebih friendly saat digunakan harian. "Karena yang punya sudah 50 tahun lebih, jadi dia takut encok, ya sudah kita agak tinggikan. Dia minta setang jangan pendek-pendek biar lebih nyaman," lanjut Enggal.

Kemenarikan lainnya bisa dilihat dari sisi detail. Bayangkan, untuk urusan boshing menggunakan kuningan berkilo-kilogram. Semua pengerjaan dilakukan di bengkelnya. Meski begitu, ada campur tangan vendor yang menggarap bubut-bubutan.

"Biayanya habis Rp75 juta. Boshing mesin saja yang enggak kelihatan, kita pakai kuningan. Kuningannya saja itu habis 20 kilogram, dirajang kecil-kecil. Memang lumayan menguras duit," katanya.

Kini, usai menyandang gelar best of the best Suryanation Motorland Bali 2019, motor karya Enggal ini dipastikan bakal diadu lagi dalam babak final di Jakarta, menghadapi berbagai juara lain di lima kota. Untuk menghadapi lawan-lawan lainnya, tentu menjadi tantangan berat. Apalagi harus berhadapan dengan bengkel-bengkel kenamaan. Namun yang pasti dia siap menghadapinya.

Sementara itu menurut Veroland, salah seorang juri, ia cukup bangga dengan motor-motor modifikasi garapan builder Bali. Ada sejumlah penyebab, mulai dari konsep yang terbilang lebih matang, hingga detail dari masing-masing peserta kontes.

"Banyak banget yang lebih detail lagi, khususnya di kelas di bawah 250cc. Sejujurnya kami agak kesulitan juga melakukan penilaian, karena semua punya kelebihan masing-masing dari kota sebelumnya. Kita bisa lihat kekreativitasannya, idenya lebih wow," katanya.

Share :
Berita Terkait