100KPJ

Jokowi Mau Tangguhkan Kredit Kendaraan, Rocky Gerung: Dia Cuma Nyogok

Share :

100kpj – Presiden Joko Widodo atau Jokowi memastikan, relaksasi pembayaran kredit bagi pekerja informal harian seperti pengemudi ojek online, supir taksi, UMKM dan nelayan akan berjalan efektif mulai April 2020.

Pernyataan itu sekaligus menjawab keraguan masyarakat Indonesia yang masih menemukan fakta bahwa penyedia jasa keuangan atau leasing masih melakukan tagihan terhadap pihak-pihak terkait.

"Saya sudah konfirmasi ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Dimulai April ini sudah efektif. Saya juga sudah menerima peraturan OJK ini khusus yang berkaitan kredit. Artinya, April sudah bisa berjalan," ujar Presiden saat memberikan keterangan pers via video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa 31 Maret 2020.

Menariknya, rencana Jokowi memberikan stimulus kredit mendapat sentilan dari pengamat politik, Rocky Gerung. Pada video yang diunggah di saluran Youtube pribadinya, ia menyebut apa yang telah diputuskan orang nomor satu di Indonesia itu hanya sebatas permainan politik belaka.

"Kan sebenarnya ini permainan politik kan, menyogok orang supaya ‘oke gampang nanti kalian saya kasih keringanan kredit’. Pemotor juga begitu, segala macam. Problemnya ini orang mau mati dan bertambah terus data itu kan," ujar Rocky, dikutip Rabu 1 April 2020.

Baca juga: Penyetopan Operasi Bus AKAP Dibatalkan Luhut, Gubernur Anies Kecewa?

Lebih lanjut, pria yang dikenal sering mengkritik pemerintah itu juga mengatakan, bahwa kebijakan stimulus kredit tersebut merupakan bentuk ketidakpaham presiden terkait konsep, sehingga pengaplikasiannya dinilai bakal gagal dan tak sesuai yang diharapkan.

Selain itu, Rocky menambahkan, saat situasi sedang genting seperti sekarang, kebijakan terkait penangguhan kredit bukan menjadi urusan presiden. Ia membayangkan, bagaimana jadinya jika di istana, Jokowi melakukan wawancara serius dengan para anak buahnya yang berisikan seputar hal tersebut.

“Saya membayangkan, dia (Jokowi) sedang rapat tatap muka, lewat video call dalam keadaan darurat. Lalu kita membayangkan, apa yang dia bicarakan (dengan menterinya) saat ini. Masa soal kredit?” terangnya.

“Nah, terus di tengah rapat, ada informasi mengenai data kematian yang terus naik. Eh malah ada usul: Pak, ayo kita berikan saja keringanan kredit. Lalu presiden pun akan keluar dengan pikiran itu. Orang panik kan butuh keselamatan, bukan menunggu dapet keringanan kredit. Kan itu gila,” kata dia menambahkan.

 

 

 

Share :
Berita Terkait