Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Intip Kecanggihan Fitur Airbag di Baju Balap MotoGP

Airbag pada jaket pembalap MotoGP.
Sumber :

100kpj – MotoGP merupakan ajang balap roda dua paling bergengsi di dunia. Talenta dan motor yang digunakan tak sembarangan. Pembalapnya terpilih, dan motor yang digunakan jauh di atas rata-rata motor konvensional.

Saking kencangnya balapan, tak heran jika kerap terjadi insiden yang melibatkan para pembalap. Mulai dari patah tulang, hingga kematian. Risiko fatal inilah yang kemudian membuat sejumlah pihak melakukan sederet terobosan agar membuat pembalap tetap aman selama balapan.

Nah, tak banyak yang tahu kalau sebenarnya kini pembalap MotoGP turut dibekali jaket berteknologi tinggi yang dilengkapi kantung udara alias airbag laiknya mobil.

Pionir teknologi jaket ini adalah produsen aksesori balap Alpinestars yang produknya dikenakan Marquez dan banyak pembalap MotoGP lainnya.

Airbag pada jaket ditenagai dengan baterei dan mengembang menggunakan gas nitrogen.

Seperti dikutip Federal, Senin 11 November 2019, sistem yang ada sekarang mencakup dua kantung yang melindungi pundak dan tulang selangka pembalap, dan bisa mengembang penuh dalam waktu kurang dari 0,05 detik.

Teknologi yang disebut perusahaan sebagai Techair ini juga memungkinkan airbag tetap menggembung dalam tekanan udara yang memadai selama minimal lima detik. Hal ini penting karena benturan yang dialami pembalap bisa terjadi berkali-kali dan berlangsung cukup lama, misalnya pembalap terseret motor atau meluncur di atas aspal.

Lewat proses bertahun-tahun, Alpinestars juga mengembangkan dan mematenkan sistem dual charge. Artinya, ketika seorang pembalap terjatuh dan airbag mengembang tapi kondisinya memungkinkan untuk kembali membalap, dia bisa langsung naik motor lagi tanpa perlu mereset sistem pengaman.

Kalau dia terjatuh untuk kedua kali, airbag akan beroperasi normal seperti yang pertama. Jadi sifatnya seperti parasut cadangan.

Jaket ini juga dirancang untuk mengumpulkan dan mendeteksi data algoritma yang mulai diuji sejak Grand Prix Jerman 2003 dengan pembalap John Hopkins.

Dengan serangkaian pengembangan ini sensor akan mendeteksi ketika terjadi perubahan gerak pembalap yang tidak biasa, mengaktifkan airbag ketika mendeteksi pembalap terlempar atau terpisah dari motornya dan airbag mengembang sebelum terjadi impact atau benturan.

Berita Terkait
hitlog-analytic