Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Mengapa Suzuki Jarang Luncurkan Motor Baru di Indonesia?

Suzuki Burgman 125 Street.
Sumber :

100kpj – Ketika produsen sepeda motor asal Jepang lain gencar melahirkan produk baru, Suzuki justru terlihat santai. Di tahun ini, tak ada model anyar yang diluncurkan, selain penyegaran terhadap beberapa model lama.

Padahal, sejumlah kandidat disebut-sebut akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat. Misalnya, skutik bongsor bernama Burgman dan juga motor trail bermesin kecil, DR 150. Namun, keduanya belum mendapat kepastian dari PT Suzuki Indomobil Sales atau SIS, sebagai distributor resmi motor Suzuki di Tanah Air.

Suzuki Burgman.

Marketing and Business Development Head PT SIS, Yohan Yahya sudah berulang kali mengatakan bahwa kehadiran dua motor tersebut ke Indonesia hanyalah perkara waktu. Tetapi, realisasinya toh tak kunjung terwujud. Mengapa demikian?

Menurut dia, saat ini Suzuki hanya berperan sebagai market follower di pasar sepeda motor Tanah Air. Sehingga, untuk melahirkan produk baru, perlu banyak pertimbangan. Apalagi, model yang ingin dipasarkan sudah lebih dulu dimiliki raksasa Jepang lain.

“Kami menyadari pasar kami di Indonesia tidak terlalu besar, jadi segalanya perlu pertimbangan lebih matang,” ujarnya di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis sore, 26 September 2019.

Stan Suzuki Motor di Pameran

Yohan menambahkan, keputusannya menunda kelahiran motor anyar Suzuki, bukan untuk menghindari persaingan. Melainkan, kata dia, pihaknya sedang mempersiapkan diri, serta melakukan penyempurnaan produk, supaya ketika dipasarkan motor itu bisa bersaing dengan pabrikan lain.

Logo di dealer Suzuki

Senada dengan yang disampaikan Yohan, Marketing Manager PT SIS, Banggas Pardede menyebut, bahwa dengan status Suzuki saat ini—yakni sebagai market follower, meluncurkan motor baru dengan tergesa-gesa akan berdampak buruk bagi pabrikan. Sehingga, segalanya membutuhkan waktu.

“Sebenarnya kita juga ingin cepat mengisi market place. Tapi kita lihat, persaingan pasar ketat sekali, dan masyarakat kita juga punya standar yang cukup tinggi, jadi kami harus bisa membaca semua hal itu, dan tentu membutuhkan waktu,” kata dia. (re2)

Berita Terkait
hitlog-analytic