Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Akselerasi Wuling Selama 1000 Hari Hadapi Kerasnya Pasar Indonesia

Wuling Almaz
Sumber :

100kpj – PT SGMW Motor Indonesia atau Wuling Motors bisa dibilang adalah anak baru di pasar otomotif tanah air untuk roda empat. Akan tetapi, torehannya selama tiga tahun berada di Indonesia cukup impresif dan patut diacungi jempol.

Pasar otomotif di Indonsia memang cukup menggiurkan, tapi bukan berarti mudah ditaklukkan. Sebab, selama ini pasar didominasi oleh oabrikan asal Jepang dan Eropa, belum lagi stigma Wuling yang berasal dari China atau Tiongkok.

Seperti diketahui, barang buatan asal China terkadang dianggap sebelah mata. Terlihat dari fenomena banyaknya motor-motor asal China yang bentukannya mengkloning merek-merek ternama.

Harga yang dijual pun cukup murah dan menggiurkan bagi banyak orang. Akan tetapi, tren tersebut hanya selewat saja karena terbukti kualitasnya yang kurang mumpuni dan pabrikannya banyak yang tumbang.

Wuling Confero S

Namun, hal tersebut tak terjadi pada Wuling yang sudah 1000 hari produknya berseliweran di berbagai jalanan Indonesia. Tepatnya, pada 6 April 2020 lalu.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, penjualan mereka pada 2019 lalu mencapai 22.343 unit kendaraan dan menempatkannya sebagai merek mobil dengan penjualan terlaris keenam di Indonesia.Dan di April 2020, berdasarkan data internal Wuling, selama 1000 hari torehan penjualannya sudah sebanyak 46.362 unit.

Prestasi apik tersebut, bukan tanpa perjuangan dari Wuling Motors. Terlihat dari bukti keseriusannya yang ingin mengincar pasar Indonesia, dengan membangun pabrik di Cikarang Jawa Barat dan diresmikan pada 11 Juli 2017. Dengan nilai investasi 700 juta dolar Amerika Serikat.

Wuling saat itu berhasil memproduksi massal model Confero S. Hasilnya, kini Confero menjadi model terlaris dengan angka penjualan 26.550 unit, lalu diikuti model lain. Ya, Wuling enggan terlena dengan gebrakannya lewat model Confero saja.

Mereka membuktikan komitmennya, merek yang dimiliki kongsi SAIC Motors-General Motor-Wuling Automobile kembali merilis model-model baru. Antara lain, Wuling Cortez (2018), Wuling Formo (2018) dan Wuling Almaz pada 2019. Model terakhir yang dikeluarkan menjadi terlaris kedua dalam penjualannya.

Wuling Almaz

“Almaz berada di posisi kedua kerena baru diluncurkan 2019, dengan penjualan 9.903 unit, Cortez 9.424 unit, dan Formo 485 unit,” ujar Media Relation Wuling Motors Brian Gomgom.

Sebagai merek yang sudah besar, tentunya harus juga melebarkan sayap bisnisnya. Pabrik yang ada di Indonesia dijadikan basis produksi di kawasan ASEAN.

Pada 25 September 2019, Wuling Motors mengadakan seremoni ekspor pertamanya berupa model SUV. Sebagai tahap awal, Wuling Almaz dengan emblem Chevrolet Captiva dikirim ke Thailand, Brunei Darussalam, dan Fiji.

Puaskan Konsumen

Dengan banyaknya, unit yang dijual ke masyarakat Indonesia tentunya harus didukung oleh berbagai elemen lain. Yakni, mendirikan jaringan penjualan dan membentuk konsep purnajual yang sesuai perkembangan zaman.

Sebagai pembuktian Wuling dalam memuaskan konsumennya, sudah ada 115 diler di berbabagi pelosok Indonesia. Menariknya, semuanya dibangun dengan layanan 3S (sales, service, spare part).

Tak berhenti sampai di situ saja, Wuling Motors juga paham akan keinginan konsumen yang miliki jam cukup sibuk dan tak mau repot. Maka dihadirkanlah Wuling Mobile Service (WMS), Anda bisa melakukan perawatan di rumah, layanan darurat dengan mengontak 0 800 100 5050.

Dengan melihat akselerasi maksimum dari Wuling Motors selam 1000 hari berada di pasar Indonesia, tentunya menimbulkan rasa optimistis akan produk-produk mereka. Sudah tak ada pandangan sebelah mata akan pabrikan asal China, karena Wuling sudah memperlihatkan kekuatannya dalam persaingan pasar otomotif di Indonesia.

Berita Terkait
hitlog-analytic