Home Motor Mobil Klub & Modif Sirkuit Tips & Trik Indeks

Jeep Gladiator Ini Seolah Disuntik Doping

Hennessy Maximus berbasis Jeep Gladiator.
Sumber :

100kpj – Jeep Gladiator merupakan salah satu mobil gagah berjenis pikap kabin ganda, yang resmi dipasarkan sejak 1962. Pada 2019, nama ini kembali digunakan setelah sebelumnya disuntik mati pada 1988.

Mobil buatan Amerika Serikat itu memiliki semua yang dibutuhkan pengemudi, untuk melintasi medan offroad. Mulai dari mesin bertenaga besar, suspensi tinggi dan sistem penggerak empat roda.

Namun di tangan rumah modifikasi Hennessy, Gladiator yang baru keluar dari pabrik dirasa masih membutuhkan doping. Itu sebabnya, mereka kemudian membuat proyek Maximus.

Dilansir dari Carscoops, Senin 8 November 2021, Gladiator standar dibekali jantung pacu enam silinder berkapasitas 3.600 Pentastar, yang menghasilkan tenaga 285 daya kuda serta torsi 353 Newton meter. Bobotnya dalam kondisi kosong yakni 2,1 ton.

Jeep tidak merancang Gladiator untuk bisa melesat kencang, terutama saat harus menempuh 100 meter pertama. Tapi bagi Hennessy, kendaraan gagah itu memiliki potensi sehingga mereka memutuskan untuk mengganti dapur pacu dengan milik Dodge Charger, yakni Hellcat delapan silinder 6.200cc buatan HEMI.

Hennessy Maximus berbasis Jeep Gladiator.

Performa mesin baru tersebut sebenarnya sudah jauh lebih besar dari bawaan Gladiator, tapi Hennessy menganggap masih kurang. Mereka kemudian memasang supercharger sehingga total tenaganya menjadi 1.000 daya kuda serta torsi 1.264 Nm.

Proses pemasangannya juga memakan waktu, bodi mobil terlebih dahulu dicopot dari sasis agar tim bisa memasang penguat pada dudukan mesin. Setelah jantung pacu selesai disematkan, baru bodi dikembalikan ke posisi semula.

Saat dicoba, akselerasi dari diam hingga meraih kecepatan 100 kilometer per jam hanya membutuhkan waktu 3,9 detik saja. Kecanggihan mobil jalan raya juga dimiliki Jeep Gladiator, contohnya blind spot monitoring, electronic stability control, rear view camera, pendeteksi tabrakan, hingga sejumlah kantung udara.

Berita Terkait
hitlog-analytic