100KPJ

3 Kebiasaan Buruk Bikin Mobil Matik Cepat Rusak, Anda yang Mana?

Share :

100kpj – Populasi mobil matik kian bertambah banyak. Hal ini seiring dengan makin bertambahnya permintaan masyarakat akan mobil jenis ini. Pertimbangannya, mobil matik mudah dikendarai, tidak perlu repot-repot mengoper gigi. Tinggal gas, mobil melaju sekehendak hati.

Namun meski demikian, mobil jenis ini juga perlu pengoperasian yang tepat. Sebab jika tidak dilakukan dengan benar, justru akan mempercepat usia mobil matik itu sendiri.

Seperti dikutip situs resmi Suzuki, Selasa 21 januari 2020, setidaknya ada beberapa hal atau kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa membuat mobil matik cepat rusak.



Pertama, yakni tidak menggunakan gigi sesuai dengan fungsinya. Sekadar diketahui, fungsi kopling D untuk posisi Drive, digunakan saat mengemudi.
Lalu P untuk posisi Parking, digunakan saat Anda memarkirkan kendaraan.
   
Sementara N untuk posisi netral, digunakan saat menghidupkan mobil, saat mobil sedang berhenti di lampu merah, dan lainnya.

R untuk posisi Rear, digunakan untuk memundurkan mobil. Dan L untuk posisi Low, kondisi mobil yang berjalan dalam gigi rendah. Biasanya digunakan saat mobil melewati tanjakan atau turunan (saat butuh engine brake). Semua fungsi tersebut harus dikenali dan digunakan sesuai dengan fungsinya.

Kedua, perpindahan gigi yang tidak sempurna. Saat sedang buru-buru, banyak pengguna mobil matik yang langsung mengganti tuas R ke tuas D, padahal mobil belum berhenti sepenuhnya, bahkan masih dalam keadaan mundur. Kebiasaan buruk ini akan membuat sistem transmisi mobil matik mudah rusak.

Hal yang sama berlaku untuk posisi lainnya. Misalnya, masih menggunakan posisi D saat berhenti di lampu merah dengan alasan biar mudah melaju saat lampu hijau menyala, dan lainnya.



Ketiga, yakni menggeber mobil sebelum masuk ke posisi D. Salah satu kebiasaan buruk pengguna mobil matik yang masih sering terjadi adalah, mobil digeber pada posisi N, setelah rpm tinggi, transmisi langsung dipindahkan ke posisi D.

Kebiasaan ini bisa memberi tekanan yang tidak seharusnya pada komponen transmisi mobil matik, dan jika dilakukan terlalu sering, bisa membuat transmisi mobil cepat rusak. Seharusnya, Anda tidak perlu menggeber mobil sebelum memindahkan posisi ke D. Cukup nyalakan mesin, dan pindahkan posisi transmisi ke posisi D saat akan melaju.

Baca Juga: Innova Tahun 2019 Diskon Gede, Kortingnya Tembus Segini

Share :
Berita Terkait