100KPJ

Cara Kerja Teknologi Warisan dari Pesawat Terbang pada Sepeda Motor

Share :

100kpj – Tak bisa dipungkiri bahwa hingga saat ini ternyata masyarakat umum masih bingung membedakan fungsi rem biasa dengan rem ABS (Antilock Braking System), karena sebetulnya rem ABS diciptakan lebih kepada unsur keselamatan.

Teknologi antiock braking system ini pertama kali dikembangkan pada industri pesawat terbang, untuk menghentikan laju pesawat ketika sedang mendarat. Prosesnya tenaga turbin dikurangi dan dibantu sistem pengeraman pada setiap bannya.

Agar pengereman berlangsung aman sehingga traksi di setiap roda pesawat harus tidak boleh ada salahsatu ban yang mengunci, jika ada yang mengunci atau hilang traksi maka akibatnya pesawat bisa tergenlincir.

Sukses diaplikasikan pada pesawat terbang, teknologi rem ABS dikembangkan di industri otomotif. Termasuk industri sepeda motor, agar meredam kecelakaan pada proses pengereman.

Sistem rem ABS disematkan di sepeda motor agar pada saat pengereman mendadak ban pada sepeda motor tidak selip atau ngepot. Ini dianggap sangat penting, apalagi ketika jalanan basah ataupun licin, atau ketika melewati jalan kerikil.

Seperti yang dilansir dari laman resmi Suzuki Indonesia, saat sepeda motor berjalan, speed sensor yang ada pada ABS akan membaca kecepatan baik roda depan maupun belakang. Nah ketika kecepatan ada yang tidak sama, maka akan diinformasikan ke ECU. Dari situ, akan dibawa ke modulator. ECU lalu akan menghidupkan solenoid.

Tekanan fluida pada kaliper dikurangi, dipertahankan, dan naik kembali. Karena kalau salah satu antara roda depan dan belakang tidak sama kecepatannya, maka bisa terjadi selip. Jadi ECU ini akan menyesuaikan supaya terjadi pengereman. ABS akan membantu supaya roda tidak lock ketika pengereman terjadi (kecepatan roda depan dan belakang sama).

Share :
Berita Terkait