100KPJ

Banyak yang Belum Tahu, Ini Beda Helm Balapan dengan Helm Biasa

Share :

100kpj – Para pembalap tak boleh sembarangan dalam memilih helm, sebab sangat berisiko. Namun, apa yang membedakan helm untuk balapan dengan helm biasa yang sering digunakan sehari-hari dalam berkendara.

Balapan yang memacu sepeda motor sampai kecepatan lebih dari 300 km/jam sudah pasti membutuhkan proteksi yang mumpuni. Dan juga mampu mendukung aerodinamika untuk memacu kecepatan yang lebih tinggi.



Seperti halnya mesin 4 tak MotoGP yang dibekali 1000 cc dan bisa dipacu hingg 354 km/jam. Berikut penjelasan tentang perbedaan helm balapan dengan helm biasa yang dilansir dari situs Suzuki Indonesia.

Pertama, Anda sudah bisa tahu perbedaannya saat dipegang helmnya. Apalagi jika dikenakan atau dipakai. Satu perbedaan dasar adalah pada helm balap, semuanya diperhitungkan.

Mulai dari bagian batok helm, sampai ventilasi untuk mulut sangat diperhatikan desai, fungsi dan tingkat kenyamanannya. Contoh, bagian ventilasi mulut helm balap didesain sedetil-detilnya agar ketika motor balap dipacu di lintasan dengan kecepatan tinggi.

Angin masuk tidak terlalu signifikan, namun tetap bisa membuat pembalap motor nyaman selama berada di lintasan balap. Contoh lainnya, busa pada bagian dalam helm balap akan dibuat senyaman mungkin tapi bisa menjamin helm goyang-goyang ketika dipacu di kecepatan tinggi.

Lalu ada visor atau kacanya pun antara helm balap dan helm biasa memiliki perbedaan signifikan. Ketebalan kaca dan kualitas optical visor helm balap biasanya didesain khusus supaya pembalap bisa tetap fokus saat memacu sepeda motor balap di kecepatan sekencang apapun.



Untuk tingkat keamanan, helm balap juga harus lebih aman karena untuk melindungi kepala pebalap sepeda motor yang memacu motornya sampai lebih dari 300 km/jam.

Pengujian untuk ini akan dilakukan benar-benar detail sehingga aspek keamanan lebih diutamakan. Perbedaan terakhir, ada pada bahan. Helm balap biasanya berbahan composite carbon kevlar, sedangkan helm biasa bahannya thermoplastic, fiber biasa.

Share :
Berita Terkait