100KPJ

PLN Jamin Pengisian Kendaraan Listrik Tidak Timbulkan Polusi di DKI

Share :

100kpj – Untuk mendorong kendaraan listrik di Indonesia dibutuhkan infrastruktur yang memadai. Salah satunya tempat pengisian baterai, namun mengalirkan listrik ke charging station tersebut dibutuhkan pasokan energi yang lebih banyak.

Oleh sebab itu PLN (Perusahaan Listrik Negara) merencanakan untuk terus mengembangkan pembangkit listriknya di beberapa daerah. Salah satunya (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) PLTU di Suralaya yang akan diperbaharui. 

Namun sumber energi yang dimanfaatkan PLN untuk pembangkit listriknya salah satunya mengandalkan batu bara. Nah, batu bara itu lah yang menghasilkan polusi udara saat pembakaran di pusat pembangkit listrik tersebut.

Namun menurutut Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PLN, I Made Suprateka, sumber pembangkit listrik yang akan digunakan untuk mengantarkan daya ke charging station itu jauh dari DKI Jakarta.

“Pembangkit kami jauh dari keramaian. Karena yang terdekat dari Jakarta itu 100 klilometer di Suralaya. Sangat aman, dan lingkungan kami tetap pelihara,” ujarnya di Jakarta.

Menurutnya dengan banyaknya penggunaan kendaraan listrik akan meringankan neraca perdagangan terutama untuk impor migas. Karena bahan bakar minyak yang terbuat dari fosil masih impor, sedangkan tenaga listrik buatan dalam negeri.

“Beban impor migas sangat tinggi, sedangkan listrik produk dalam negeri dan bahan bakunya pun dari dalam negeri. Impor sebagai energi prima kecil, hanya lima persen berupa minyak solar. Selebihnya 80 persen batu bara,” tuturnya.

Share :
Berita Terkait