100KPJ

Menanti Harley Murah Buatan China Masuk Indonesia

Share :

100kpj – Jenama motor raksasa asal Amerika Serikat, Harley Davidson, belakangan mengumumkan langkah kolaborasi bisnis dengan Qianjiang dari Tiongkok. Keduanya bersepakat melakukan kemitraan bisnis untuk memproduksi sepeda motor berharga miring dengan label Harley murah.

Motor itu akan menggunakan mesin 300cc yang dikonfirmasi bakal diluncurkan pada 2020 mendatang. Pasar Asia adalah target market keduanya, di mana Indonesia juga akan menerima barang murah Harley versi China ini.

Seperti dikutip Young Machine, Selasa 6 Agustus 2019, sejauh ini baik Harley dan Qianjiang telah merilis mock-up atau rendering dari sosok motor 300cc murah mereka.

Namun laporan menyebut, produk sebenarnya tentu akan berbeda dengan render yang beredar saat ini di publik. Motor ini kabarnya bakal mengusung mesin dua silinder.



Qianjiang sendiri dikenal punya reputasi baik di dunia sepeda motor. Artinya, Harley bukan berada pada titik buruk bekerjasama dengan Qianjiang. Apalagi Qianjiang kini juga sudah membawahi merek besar Benelli, jenama asal Italia yang kini sudah diakuisisi Geely, induk perusahaan Qianjiang.

Besar kemungkinan, Harley 300cc versi Qianjiang ini akan pertama kali debut ke pasar China tahun depan. Setelah itu, motor tersebut baru akan menyapa sejumlah negara Asia lainnya, termasuk Indonesia.

Berapa Kisaran Harganya?

Steven Kentjana Putra selaku Direktur PT Benelli Motor Indonesia menyatakan, produk hasil perkawinan dua produsen Harley dan Qianjiang akan masuk ke Tanah Air melalui perusahaannya.

Motor itu bakal mengusung mesin 338cc dan baru akan dipasarkan di Tiongkok 2020 mendatang, menyusul pasar global satu tahun setelahnya. Soal harga, ia ternyata sudah mendapat sedikit bayangan.

“Saya bisa kasih bocoran. Ambil contoh Harley-Davidson Street 500 yang dibuat di India. Mereka bisa jual di Rp250 juta. Sekarang tinggal bayangkan bagaimana kalau 400cc ke bawah, pasti akan jauh di bawah itu,” ungkap Steven kepada pewarta di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Namun, Steven tak menutup kemungkinan, jika suatu saat motor Harley bertenaga alit itu dirakit di dalam negeri. Sehingga, harga jualnya menjadi lebih murah.



“Kami ini kan joint venture dengan Qianjiang. Jadi, otomatis network kami terpakai untuk Harley-Davidson yang mereka produksi. Bahkan kalau semua ini sudah jalan, kami bisa rakit di sini. Seperti yang sekarang ini (produk Benelli) kan kami rakit banyak model di Indonesia,” terangnya.

Ia menambahkan, apabila unit sepeda motor dirakit di Tanah Air, pihaknya bisa mereduksi biaya produksi yang cukup besar. Selain menguntungkan pabrikan, tentu hal itu juga meringankan konsumen yang ingin membelinya.

“Soal angka, masih kami pelajari. Tapi paling enggak, lebih kompetitif ketimbang CBU. Kemungkinan (kalau dirakit di Indonesia) harganya bisa lebih murah 10 hingga 20 persen,” kata dia.

Share :
Berita Terkait