100KPJ

Kaget, Ternyata 'Nyetep' atau Mendorong Motor itu Bisa Didenda

Share :

100kpj – Solidaritas dari pengendara motor khususnya mereka yang tergabung ke dalam klub motor, jika ada temannya yang mogok maka anggota yang lain tak tinggal diam, mereka kompak mencari solusi.

Salah satu solusi dengan membawanya ke bengkel, karena motor mogok sehingga untuk menuju ke bengkel harus nyetep atau mendorong motor oleh motor lainnya, biasanya yang mendorong menggunakan kaki agar bisa mendorong.

Ternyata, perilaku yang sering dilakukan oleh pemotor baik anggota klub motor atau tidak, bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Hal tersebut diungkapkan oleh akun Instagram resmi Ditjen Perhubungan Darat. Dalam unggahan tersebut, dijabarkan bahwa aktivitas ini dianggap mengganggu konsentrasi pemotor, sehingga dimasukkan dalam pelanggaran pasal 106 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.

Dalam keterangan foto akun @ditjen_hubdat menuliskan, "#MitraDarat pasti pernah melihat orang melalukan stut atau mendorong motor lain pakai kaki. Bagaimana reaksi pertama kalian melihat hal tersebut.

Lebih lanjut akun resmi tersebut meneruskan keterangan fotonya, "Ada yang melakukan stut karena menolong motor lain yang mogok. Apapun alasannya, stut itu tidak dibenarkan karena bisa menimbulkan terjadinya kecelakaan. Saat mendorong motor dengan satu kaki, risiko kehilangan kesimbangan sangat besar sehingga kedua motor terjatuh dan menyebabkan kecelakaan," tulis akun tersebut melalui unggahannya, 25 Februari lalu.

Share :
Berita Terkait