100KPJ

Ini Orang Pertama di Dunia yang Kendarai Sepeda Motor

Share :

100kpj – Di masa revolusi industri abad 19, ada banyak ilmuwan serta akademisi yang mulai melakukan eksperimen terkait sepeda motor bertenaga uap dan gas. Biasanya, setelah proses perakitan selesai, mereka akan menyimpannya di dalam gudang, untuk melakukan penyempunaan fungsi serta tampilan.

Mengingat percobaan tersebut dilakukan secara diam-diam, ditambah peran media yang tidak sekuat sekarang, membuat segalanya terkesan tertutup dan tidak banyak diketahui publik. Sehingga sampai sekarang, belum diketahui jelas, motor buatan siapa yang pertama lahir di dunia.

Beberapa sumber mengatakan, bahwa periode 1867 hingga 1885 merupakan masa awal terciptanya sepeda motor di dunia. Terhitung ada dua penemu asal Eropa yang berhasil merealisasikan gagasannya soal kendaraan beroda dua.

Pertama pria asal Prancis bernama Ernest Michaux, yang sukses melahirkan sepeda motor bertenaga uap pertama di tahun 1867. Kendaraan dengan rangka menyerupai sepeda sirkus itu dinamakan Velocipede Michaux-Perreaux.

Belasan tahun setelahnya, dua pria asal Jerman, William Maybach dan Gottleib Daimler berhasil menemukan sepeda motor bertenaga gas yang diberi nama Daimler Petroleum Reitwagen (DPR). Menariknya, banyak kalangan sepakat, bahwa inilah motor pertama di dunia. Mengingat, mesin yang diusung sesuai dengan kriteria mesin beroda dua saat ini.

Setelah menebak-nebak soal motor pertama di dunia, pertanyaan berikutnya adalah: siapakah sosok yang pertama mengendarainya?

Anak sang penemu DPR, Paul Daimler, rupanya menjadi manusia terawal yang menunggangi sepeda motor. Melansir laman History Channel, Senin 10 Juni 2019, ia melakukan hal itu sesaat setelah motor selesai diciptakan, tepatnya pada 10 November 1885 silam.

Perjalanan itu Paul lakukan secara singkat, dengan jarak tempuh hanya 5,5 kilometer, mulai dari Cannstatt hingga ke Untertürkheim di wilayah Jerman Selatan. Pada saat itu, pencapaian tersebut terbilang lumayan. Sebab, DPR rakitan pertama hanya memiliki tenaga sebesar 0,5 daya kuda, sebelum akhirnya mendapat penyempuraan sembilan tahun setelahnya.

Mengingat peminat sepeda motor di Indonesia terbilang tinggi, sepertinya tak ada salahnya mengetahui sosok yang pertama mengendarainya. Hitung-hitung sebagai ungkapan terima kasih. Karena jika Paul tidak mulai mengendarainya, mungkin hingga saat ini kita belum memahami, bagaimana cara kerja mesin beroda doa sesungguhnya.

(Laporan: Septian Farhan Nurhuda)

Share :
Berita Terkait