100KPJ

Tol Cipularang, antara Kecelakaan dan Kisah Mistis

Share :

100kpj – Kecelakaan besar telah terjadi di Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang pularang (Cipularang) KM 91, Bandung arah Jakarta mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia. Empat di antaranya tewas terpanggang. Kecelakaan ini melibatkan 21 kendaraan dari mobil pribadi, truk hingga bus pada Senin 2 September 2019.

Polisi belum mendata siapa saja korban tewas dari persitiwa ini. Penyebab kecelakaan juga masih belum disimpulkan. Saat ini, polisi masih fokus olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban serta bangkai kendaraan yang terbakar di lokasi.



Berdasarkan data dari Kasat lantas Polres Purwakarta AKP Ricki Adipratama kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Tak hanya korban tewas, kata Ricki, ada sejumlah korban luka yang dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat.

Dari beberapa sumber yang dikutip VIVAnews, tol Cipularang adalah jalur yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung yang berhubungan dengan tol Cikampek dan Cileunyi. Tol Cipularang dulu dibangun dalam rangka memperingati 50 tahun KTT Asia-Afrika di Bandung.

Dimulai tahun 2003 Megawati Soekarnoputri, Cipularang ditarget selesai tahun 2005 yang menjadi tol dengan pembangunan tercepat di Indonesia.

Memiliki panjang 54 km, Cipularang menjadi tol dengan tingkat keekstriman tertinggi di Indonesia terutama pada ruas KM 60 - KM 100. Banyak mitos mengenai tol Cipularang ini, di antaranya:



Masyarakat Purwakarta memang mengenal Gunung Hejo sebagai daerah ritual pemujaan. Saat pembangunan Tol Purbaleunyi di ruas KM 90 - 97 ini, ada cerita aneh yang tak bisa diterima akal sehat dari para pekerja proyek. Ada yang dipindahkan makhluk gaib saat tertidur lelap ke dekat sungai, ada juga yang menangis sesenggukan saat tidur, bahkan banyak juga yang kesurupan.

Memang sebagian pihak, bahkan operator jalan tol di sana menganggap keberadaan alam gaib di sekitar Gunung Hejo merupakan cerita klenik dibuat-buat. Namun yang jadi pertanyaan, mengapa jalan tol yang melewati Gunung Hejo itu harus dibuat melingkar tidak langsung tembus menerobos Gunung Hejo?

Share :
Berita Terkait