100KPJ

Mau Jadi Pemain Utama Baterai EV di Dunia, Indonesia Minta Pasokan Lithium dari Australia

Share :

100kpj – Indonesia bertekad menjadi pemain utama baterai kendaraan listrik (Electric Vehicles/EV) di dunia. Demi mewujudkan target tersebut, pemerintah Indonesia menggaet Australia guna memasok bahan lithium.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Indonesia pun melakukan penandatanganan Rencana Aksi untuk implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Negara Bagian Western Australia dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) pada 7 Juli 2023 di Sydney, Australia.

"Penandatanganan Rencana Aksi ini merupakan hal yang penting untuk menangkap peluang dan mempertemukan pihak yang terlibat dalam sektor mineral penting, termasuk bahan baku baterai, dengan pihak yang mendukung pembiayaan guna mewujudkan kerja sama yang lebih konkret," kata Airlangga dalam keterangan resminya.

Rencana Aksi ini untuk mendetailkan implementasi dari MoU berkaitan dengan kerja sama pengelolaan bahan mineral penting, yang telah ditandatangani pada tanggal 21 Februari 2023 lalu di Perth, Australia, oleh Ketua KADIN Arsjad Rasjid dan Deputy Premier Hon Roger Cook MLA. Kolaborasi tersebut berada dalam naungan Indonesia-Australia Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah diimplementasi sejak 5 Juli 2020.

Kerja sama yang menjadi fokus dalam Rencana Aksi tersebut mencakup pilar Rantai Pasok, Environmental, Social, and Governance (ESG), dan Pengembangan Tenaga Kerja Terampil dan membidik pengembangan industri baterai dan mineral penting yang memberi nilai tambah, tangguh, dan berkelanjutan di kedua negara.

"Kemitraan antara Indonesia dan Western Australia dapat membuka peluang besar di sektor mineral penting, mengingat Australia Barat memiliki cadangan mineral yang melimpah untuk menghasilkan baterai kendaraan listrik. Australia akan menjadi pemasok Lithium dan Indonesia akan menjadi pemasok Nikel, di mana keduanya merupakan komponen utama dalam produksi EV," ujar Dubes RI Canberra Siswo Pramono.

Kedua negara dapat berkontribusi lebih besar pada rantai pasok global dengan menyediakan kebutuhan baterai dan mineral penting global. Apalagi Indonesia diproyeksi menjadi pusat pengolahan baterai nikel dengan cadangan nikel dan tenaga kerja yang berlimpah.

Share :
Berita Terkait