100KPJ

Klaim Produk Nasional, Elvindo Kok Mirip Motor China?

Share :

“Kita sekarang sedang proses ke arah sana (produksi sendiri), Elvindo ini baru empat bulan, kita awal masih impor komponen (dari Cina), kemudian kita merakitnya. Tapi kita tahu bahwa ban, lampu dan sebagainya kita punya, molding-nya pun ada,” ujarnya kepada pewarta.

“Kami sudah menyiapkan pabrik di Subang, itu jauh lebih luas. Kalau di Tangerang ini terlalu kecil, tidak cukup untuk produksi. Karena target kita kan sangat besar. Berikutnya kami juga mengupayakan, dua tahun lagi, muatan lokalnya bisa 40 persen,” kata Setyo menambahkan.

Jika pada 2022 nanti muatan lokalnya baru mencapai 40 persen, artinya tak ada separuh dari total kendaraan secara utuh. Lantas, masihkah pantas Elvindo disebut sebagai motor buatan dalam negeri? Atau jangan-jangan, motor itu merupakan rebatch atau pergantian kostum dari produk asal China yang sudah dipasarkan lebih dulu?

Baca juga: Harga Motor Listrik Lokal Elvindo Lebih Murah dari Smartphone

Direktur Utama Elvindo, Hengky Widjaya menolak keras anggapan orang lain yang menyebut motor itu menyerupai produk buatan China, Huari. Kata dia, seluruh produk Elvindo merupakan buah pikir masyarakat Indonesia, termasuk soal ide tampilan dan juga fungsi secara keseluruhan.

“Apa itu maksudnya (rebatch)? Tidak, tidak ada ganti baju (dari produk China menjadi Indonesia). Kalian kan bisa lihat sendiri. Kita emang masukin unit komponennya dari China, tapi di sini kita rakit,” ujar Hengky.

Share :
Berita Terkait