100KPJ

Mengintip Lebih Dekat Proses Pembuatan Helm Cargloss

Share :

“Ini adalah kaca dengan warna dasar (bening). Jika ditanya ada bagaimana proses pembuatan kaca gelapnya? Maka jawabnya, mudah saja, warna dasar kaca ini kita tambahkan pelapis lain yang kita injeksikan,” ujar Saiful.

Berikutnya, sebelum helm diisi dengan part atau aksesoris lainnya, adalah proses treatment. Di tahap ini helm dibersihkan dari kotoran dan debu agar layak untuk proses pengecatan. Pembersihan ini dilakukan di ruangan tertutup yang bebas debu dan kotoran.

Jika sudah dibersihkan, selanjutnya dicat. Kemudian masuk proses assembling, dalam arti pemasangan aksesoris helm, seperti tali pengait, karet pelapis, styrofoam, hingga nut.

“Semua di tahap ini sudah bersih inspeksi, tidak ada cacat pada helm, baik cat rusak dan sebagainya. Jadi tinggal dipasangkan saja aksesorisnya. Nah, jika pada tali ada yang tidak beres, maka akan kita pisahkan karena ini menyangkut safety. Dalam sehari oven kita mampu mengerjakan 3.000 proses painting,” tegasnya.

Jika sudah jadi, maka tahap berikutnya adalah pengujian standar keamanan helm sesuai regulasi keamanan (SNI) yang ditetapkan oleh pemerintah. Setidaknya Cargloss Indonesia punya 5 tahap pengujian helm untuk memastikan bahwa pelindung kepala ini benar-benar sudah aman untuk digunakan.

Tahap pengujian ini mencakup tracking poin (lima titik pengujian batok helm), alat uji ini berguna untuk penyerapan kejut, untuk mengetahui kekuatan pada helm terhadap getaran. Kekuatan getaran di simulasikan dengan benturan benda padat seberat 5 kg dari ketinggian 230 cm.

Selanjutnya ada alat uji penetrasi yang dimana helm dihantam dengan besi tajam (ditekan dari atas di ketinggian 160 cm), dan alat uji efektifitas. Helm Cargloss termurah ini lolos dalam uji SNI dengan grafik max peak (g) sebesar 198.00. SNI sendiri memberi syarat bahwa helm yang lolos ditolerir sampai batas grafik pentunjuk angka 300 max peak.

Share :
Berita Terkait