100KPJ

Ngeri! Pandemi Corona Tak Hambat Kaum Kaya Indonesia Beli Mobil

Share :

“Iya, ada satu fakta menarik, jadi pas PSBB ini penjualan mobil yang paling terdampak justru yang berasal dari kelas middle-low atau menengah ke bawah, ya mobil-mobil murah lah. Tapi mobil middle-up yang rentan harganya Rp250-450 juta, misalnya kayak Fortuner, enggak terlalu terganggu,” terangnya.

Perilaku Konsumen Indonesia Masih Cenderung Tradisional

Kendati membeli mobil bekas melalui perangkat digital jauh lebih mudah, namun tak semua masyarakat Indonesia menyenangi hal tersebut. Sebab, sebagian dari mereka tetap lebih senang datang ke lokasi, melihat mobil secara langsung, dan melakukan transaksi empat mata dengan penjual.

Co-founder CARRO, Aditya Lesmana menyebut, pada mulanya pihaknya hanya fokus menjual kendaraan secara daring. Namun, kata dia, budaya konsumen di Indonesia beda dengan sejumlah negara lainnya. Kalau belum melihat unitnya secara langsung, rasanya kurang afdol.

Itulah mengapa, CARRO membuka Automall di Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, untuk melayani konsumen yang hendak membeli mobil secara konvensional.

“Dibandingkan negara lain, Indonesia memang berbeda. Di sini, konsumennya (kalau beli mobil) masih suka pakai cara-cara tradisional. Makanya kita coba buka ini (Automall), biar yang mau lihat langsung, bisa datang,” kata Adit.

Share :
Berita Terkait