100KPJ

Apa Itu Baterai LFP yang Ditanyakan Gibran ke Cak Imin saat Debat Cawapres 2024?

Share :

LFP sendiri merupakan singkatan dari lithium iron phospate atau lithium ferrophosphate (LiFePO4).  Yang mana, LFP adalah salah satu teknologi baterai kendaraan listrik yang tidak menggunakan bahan nikel dan diklaim sebagai paling aman dengan ketahanan termal lebih dari 480°C.

Baterai LFP memiliki densitas energi yang lebih rendah dan lebih murah untuk diproduksi, dibandingkan baterai lithium-ion yang menggunakan nikel yang dapat menyimpan energi lebih besar. Namun, kelemahan dari LFP adalah tidak bisa melahap jarak yang jauh, berbeda dengan baterai yang berbasis nikel.

Produsen terbesar baterai berteknologi LFP, yaitu perusahaan Cina, di antaranya Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL), China Aviation Lithium Battery Co., Ltd (CALB), dan Lishen Battery. Produsen mobil listrik Cina, Build Your Dream (BYD), juga mengembangkan baterai LFP meski hanya untuk aplikasi stasioner.

Tesla sendiri menggunakan baterai LFP dan juga baterai yang masih berbasis nikel. Tesla menggunakan baterai LFP untuk Model 3 RWD dan Model Y RWD, dan berencana memperluas penggunaannya untuk semi heavy electric trucks dan mobil listrik jenis lainnya agar harganya lebih terjangkau.

Dilansir dari Reuters, CEO Tesla Elon Musk, dan pendukung baterai LFP lainnya mengatakan bahwa ketersediaan iron melimpah dan harganya yang lebih murah sebagai faktor utama yang mengatasi kelemahan yang menghambat adopsi baterai LFP secara global.

Saat ini Tesla menggunakan baterai LFP yang diproduksi oleh CATL, dan LG Energy Solution yang berencana membuka pabrik di Arizona, AS. Maka itu, Gibran pada debat cawapres menyebut Cak Imin anti nikel dan lebih mempromosikan produk China, padahal Indonesia sendiri merupakan penghasil nikel terbesar.

Share :
Berita Terkait