100KPJ

Mobil Listrik Ini Laku Keras di Indonesia, Tapi Gak Mudah Didapat

Share :

Lebih lanjut Makmur menjelaskan, secara komposisi Ioniq paling laku dengan menyumbang 60 persen, dan Kona 40 persen. Untuk mendapatkan mobil pelahap seterum itu konsumen menunggu satu sampai dua bulan sejak pemesanan.

“Kalau Ioniq, dan Kona EV dari SPK (surat pemesanan kendaraan) 600 paling kira-kira enggak banyak yang masih inden,” tuturnya.

Hyundai Ioniq dibekali baterai berdaya 38,3 kWh (killo watt per hour), dengan output 113 kW yang memiliki daya jelajah 373 kilometer. Tenaga maksimalnya mencapai 136 daya kuda dan torsi 295 Newton meter. 

Kecepatan maksimalnya bisa tembus 165 km per jam, yang disalurkan melalui transmisi matik ke roda depan. Untuk mengajaknya berlari dari diam ke 100 km per jam hanya membutuhkaan waktu 9,9 detik, dengan memilih mode sport.

Hadir dalam dua varian, yakni Ioniq Prime, dan Signature dengan 4 pilihan warna yang dibanderol mulai Rp637 juta. Sedangkan Kona facelift hanya ada satu varian yang dilego Rp697 juta on the road Jakarta.

Meski terlahir sebagai kendaraan listrik, namun Kona memiliki bentuk yang cukup sporty dengan nuansa moderen. Penerangan utamanya LED yang dapat menyesuaikan cahaya, lengkap dengan DRL (Daytime Running Light) sebagai pemanis.

Share :
Berita Terkait