100KPJ

Mobil Terbang EHang Hadir di RI, Pembelinya Sudah Dapat Pilot 24 Jam

Share :

“Sama sekali tidak memerlukan pilot, bisa dua orang duduk tanpa memegang kendali,” tuturnya.

Namun lebih praktis, karena tidak memerlukan lapangan terbang. Berbeda jika AAV tersebut dimiliki perusahaan, seperti halnya taksi yang perlu diterbangkan dari satu tempat, atau disebut ground control layiknya lahan parkir helikopter.

“Rencananya saat kita dapat izin, akan dijual ke umum dan perusahaan. Kalau lisensi, atau izin mengendalikan kita ada pilot di ground control. Jadi AAV ini, atau helikopter listrik ini terbang dari ground control,” sambungnya.

Teknologi penerbangan otonom menghilangkan kemungkinan kegagalan dan kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan manusia. Tanpa perlu mengontrol atau mengoperasikan pesawat, penumpang bisa duduk dan menikmati perjalanan.

Rute penerbangan akan disurvei terlebih dahulu untuk mengatur rencana penerbangan terbaik bagi penumpang. Jaringan internet yang menghubungkan remot dengan AAV mengandalkan sinyal 4G atau 5G.

EHang 216 memiliki muatan maksimum 220 kg dengan kecepatan maksimum 130 km  per jam. Berjalan, atau terbang seutuhnya dengan tenaga listrik, dan dapat diisi hingga 220 volt, atau 380 volt dalam  waktu pengisian 1,5 jam.

Share :
Berita Terkait